Sabtu, 22 September 2018

Perbedaan Sony XPeria Docomo, AU, Softbank dengan Versi Global

Perbedaan Sony XPeria Docomo, AU, Softbank dengan Versi Global | foldertips.com – Beberapa pengunjung blog saya menyarankan saya agar tidak hanya membahas tutorial tentang Xiaomi saja, tapi beralih ke smartphone lain seperti Samsung, Sony, Vivo dan lainnya..

Hhmm, bener juga sih..

Padahal untuk Xiaomi saja saya belum bener-bener mahir, hahaha.. masih banyak yang perlu dikuasai lagi..

Tapi ya sudahlah, saya juga tidak mau terlalu ngebahas sampai yang terlalu teknis seperti masalah ganti Kernel, ataupun modul-modul Mods yang bermacam-macam.

Karena itu, untuk memenuhi keinginan pengunjung setia blog saya, akhirnya saya coba untuk menulis HP selain Xiaomi.

Pilihan saya jatuh kepada Sony XPeria karena memang HP ini yang saya punya saat ini, Sony XPeria M5 Dual.

Tak puas hanya dengan HP itu saja, akhirnya saya beli HP Sony XPeria Z3+ atau dikenal juga sebagai XPeria Z4 sebagai referensi tambahan.

Tapi Sony XPeria Z3+ yang saya beli bukan versi Global, saya cari yang murah saja versi Docomo  yang banyak dijual seller online di Bukalapak dengan harga yang sangat terjangkau.

Bagi yang masih awam, pasti bingung apalagi ini versi Docomo?

Apa bedanya dengan yang versi biasa?

Nah, akan saya bahas pada artikel ini..

Baca Juga:
Cara Flashing ROM Original Jepang Sony Xperia Z3+ / Z4 Docomo (NFC Aktif)
Cara Ganti ROM Docomo ke ROM Global Sony Xperia Z3+ / Z4 via Flashtool
Perbedaan Sony XPeria Docomo, AU, Softbank dengan Versi Global

NTT docomo adalah nama salah satu perusahaan operator jaringan seluler di Jepang, ya sama seperti Telkomsel, XL, Smartfren gitu..

Nah, HP Sony yang memiliki label NTT Docomo adalah smartphone Sony yang dibundling atau bekerja sama dengan perusahaan operator jaringan seluler tadi (dalam hal ini NTT Docomo) dan dipasarkan khusus hanya di Jepang saja.

Idealnya ya hanya kartu SIM dari NTT Docomo saja yang bisa digunakan karena jaringannya sudah di-lock (dikunci), jadi tidak bisa menggunakan kartu SIM lain.

Kalau jaringannya dikunci, mengapa bisa sampai ke Indonesia??

Ya inilah hebatnya..

Docomo yang beredar di Indonesia itu dibawa oleh distributor yang jaringannya sudah di unlock sehingga bisa menggunakan SIM Card yang ada di Indonesia.

Biasanya Docomo yang kamu dapatkan itu hasil refurbish, jadi bisa saja ada kekurangan / cacat dari produk yang kamu beli.

Meski begitu, banyak juga kok seller yang menjual dalam kondisi masih mulus dan normal.

Jadi sebaiknya lebih teliti dan jelilah sebelum memutuskan untuk membeli produk ini.

Sampai sini sudah mulai paham kan ya..

Jadi, Sony Xperia dengan label NTT Docomo itu ya produk asli yang dibuat oleh Sony, bukan Ponsel KW, Replika, dan sejenisnya.

Lanjut kita bahas masalah perbedaan secara fisik, hardware dan software-nya..

#1. Perbedaan Fisik/Hardware Sony XPeria Docomo dengan Versi Global
Secara ukuran fisik dan kemampuan hardware, tidak ada perbedaan..

Namun kamu akan menemukan tulisan NTT Docomo di bagian ponsel versi Docomo ini, bisa di bagian depan ataupun di bagian belakang.

Pada Sony XPeria Z3+/Z4, tulisan NTT Docomo berada di bagian belakang ponsel, sementara di bagian depan atas terdapat logo SONY seperti umumnya smartphone Sony versi Global.

Selain tulisan NTT Docomo, kamu juga akan menemukan tulisan XPERIA samar-samar di bagian bawah belakang HP.

Saya rasa hanya itu perbedaan secara fisik dan hardware.

#2. Perbedaan ROM / Software Sony XPeria Docomo dengan Versi Global
Sony Xperia versi Docomo sebenarnya memiliki ROM sendiri, bukan menggunakan ROM Global atau ROM International.

Tapi..

.. yang beredar di pasaran tanah air biasanya sudah dipasangkan (di-flashing) menggunakan ROM Global.

Bagaimana cara mengetahuinya, coba cek Model Number Sony XPeria kamu melalui Settings » About Phone;

Jika menggunakan ROM Global, Model Number biasanya diawali dengan huruf E/D, kira-kira tertulis seperti ini E6553 (tergantung varian Sony yang kamu dapatkan);

Berikut contohnya pada Sony XPeria Z3+ / Z4 saya..

.. sedangkan pada ROM Docomo, dia

Rabu, 12 September 2018

REINKARNASI

Saya berpikir bahwa setiap hari para pemimpin itu dilahirkan di dunia. Ini bukan soal bahwa semua orang adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Tapi, yang saya maksud adalah pemimpin dalam suatu komunitas. Orang-orang boleh mengatakan bahwa silih bergantinya pimpinan dalam suatu komuntias itu adalah periodisasi.Namun, di balik itu ada regenerasi dan reinkarnasi yang bersamaan terjadi; Menurut saya. Membedah Fenomena Regenerasi Dari studi literatur yang saya lakukan, ada beberapa definisi yang saya dapatkan dari regenerasi. Saya barang kali hanya akan mengambil beberapa di antaranya yang relevan dengan topik yang saya angkat. Pertama, penggantian generasi tua kepada generasi muda. Saya berasumsi jika tanggal hari ini bertepatan dengan tanggal kelahiran beberapa orang yang sedang menjadi pemimpin saat ini, maka tanggal ini pada masa lalu telah melahirkan bayi-bayi mungil yang akan menggantikan satu generasi dalam priodisasi di sebuah komunitas. Kedua, pembaruan semangat. Saya barang kali menafsirkannya bahwa regenarasi itu selain meniscayakan adanya fenomena penggantian generasi tua oleh yang muda, ternyata mengharuskan adanya pembaruan pada pola regenerasi. Di sini, terminologi pembaruan yang melekat pada kata semangat dan tata asusila bisa menghasilkan beberapa makna lagi. Beberapa menurut analisis saya di antaranya bahwa dalam proses regenerasi diperlukan juga adanya pembaruan semangat dalam roda organisasi di mana tetap diikuti adanya warisan keteladanan dari generasi lama ke generasi baru. Saya menganggap bahwa digantinya pemimpin lama dikarenakan adanya semangat yang mulai meredup sehingga perlu diganti dengan semangat baru. Mungkin faktor usia bisa saja mempengaruhi ini. Bahkan pada tubuh kita, regenerasi sel terjadi ditujukan untuk mengganti mengganti sel-sel yang tua dengan sel-sel yang baru untuk menopang aktivitas jaringan tertentu. Pendekatan tafsir ini juga saya ambil dari Gadget. Semisal BB yang dipakai, Low Battery, kemudian di-charge. Pakai, Low Battery, Charge, pakai, Low Battery, Charge, ya begitulah seterusnya. Hehe. Kemudian, pembaruan juga bisa menafsirkan adanya upgraded model. Generasi lama tidak hanya sekedar diganti oleh generasi lama, tidak hanya adanya pembaruan semangat dalam roda organisasi, tetapi perlunya peningkatan mutu. Jika generasi lama hanya mampu melompat sejauh x, maka regenerasi mengharapkan lompatan yang lebih jauh pada generasi berikutnya. Artinya regenerasi menghendaki adanya pola n+1, 2n, atau kah pola lain yang penting ada peningkatan mutu dari sebelumnya. Reinkarnasi Dalam Kepemimpinan dan Menjadi Pemimpin For Your Information tentang definisi reinkarnasi, kepercayaan bahwa seseorang itu akan mati dan dilahirkan kembali dalam bentuk kehidupan lain.Yang dilahirkan itu bukanlah wujud fisik sebagaimana keberadaan kita saat ini. Yang lahir kembali itu adalah jiwa orang tersebut yang kemudian mengambil wujud tertentu. Saya tidak mengutip secara lengkap definisinya. Namun, saya hanya mengambil inti sarinya saja yang berhubungan dengan konteks ini bahwa jiwa terlahir kembali dalam kehidupan lain. Jika kita bawa dalam konteks regenerasi pemimpin. Saya berargumen bahwa tidak hanya sekedar diharapkan adanya orang baru yang menggantikan orang lama dalam periodisasi kepemimpinan.Tetapi lebih dari itu, orang baru sebagai pengganti harus mewarisi sesuatu. Misalnya, seseorang General Managerdalam sebuah CV digantikan oleh orang baru. Maka, jika menurut hukum reinkarnasi, orang baru yang menjabat sebagai General Manager harus mempunyai sifat-sifat, pola pikir, pandangan, dan sebagainya yang menunjukkan dia layak disebut seorangGeneral Manager. Artinya, menurut konteks reinkarnasi dalam kepemimpinan yang saya bangun, ruh atau jiwa pemimpin itu merasuk dari orang yang satu ke orang yang lain dalam regenerasi. Kemudian, dalam konteks reinkarnasi menjadi pemimpin. Saya berpendapat bahwa setiap bayi mungil yang lahir akan mengalami berbagai macam roda kehidupan dengan tetap pada jasad dan watak aslinya sampai dia kembali ke asalnya. Misalnya, seorang bayi mungil yang berwatak sanguin beranjak ke usia anak-anak menjadi seorang Idola Cilik. Dan ketika beranjak ke usia remaja, dia berhasil menjadi Pemandu Sorak, dan ketika beranjak dewasa dia berhasil menjadi seorang Pimpinan dalam sebuah organisasi tertentu. Artinya, bahwa jiwa sanguin bayi mungil tadi beberapa kali mengalami reinkarnasi dari seorang Idola Cilik, Pemandu Sorak, kemudian menjadi Pimpinan. Ini barangkali agak kontradiktif dengan contoh sebelumnya. Hehe. Tetapi, prinsip reinkarnasinya saja yang saya terapkan. So, kembali pada pendapat saya di awal tulisan ini. Setiap hari para pemimpin itu dilahirkan di dunia. Jika seorang bayi mungil dilahirkan hari ini, bisa kita asumsikan bahwa jiwanya akan mengalami reinkarnasi dalam berbagai roda kehidupan ke depan. Dan ketika dia sampai pada takdir yang mengharuskannya mengikuti regenerasi kepemimpinan, entah dia mempunyai watak, pola pikir, atau sikap yang cocok sebagai pemimpin atau tidak, dia harus bereinkarnasi menjadi pemimpin dengan mengikuti pola regenerasi kepemimpinan. Selamat bagi yang kelahirannya di masa lalu sesuai tanggal hari ini dan menjadi pemimpin saat ini. Salah satu anugrah terindah dari Pencipta dalam hidup ini adalah ketika mampu melihat matahari bersinar lagi di pagi hari. Itu artinya, Sang Pencipta memberikan kesempatan lagi untuk bereinkarnasi dalam hidup ini dari mati kita sebelumnya (baca: tidur). Jiwa kita hidup lagi, seharusnya kita bisa memperbarui jiwa kita juga. #nunut nyimpen